Thursday, May 2, 2013

Kamu dan kuda besi tuamu

Malam ini hujan turun secara merata. Tidak memandang tempat dan waktu. Hujan turun begitu deras. Awalnya aku pikir itu adalah rinduku padamu. Sama-sama deras ketika terjatuh.

Malam ini, kamu terjebak hujan. Terjebak hujan karena ingin menemuiku. Kamu bertahan lalu memaksakan diri melawan derasnya hujan malam ini sampai akhirnya kamupun tiba di depan rumah kos-kosanku. Kamu terlihat basah kuyup bersama kuda besi tuamu itu. Namun, kamu selalu memberikan senyuman hangat kepadaku dalam kondisi kamu yang aku pikir pasti kamu sedang sangat kedinginan. Bersama kuda besi tuamu itu, kita tertawa dalam canda yang mengudara di sepanjang perjalanan menuju tempat-tempat yang kita tuju. Ini kali pertamanya aku menaiki kuda besi tua seperti ini. Rasanya beda. Lebih menyenangkan. Mungkin, karena aku menungganginya bersama kamu. Entah bagaimana rasanya bila aku menunggangi kuda besi tua seperti ini dengan tidak bersama kamu. Mungkin hambar rasanya.

Berbagai tempat telah kita datangi, kita tetap menyatu dalam canda. Rasanya aku tidak pernah kehilangan topik pembicaraan untuk mengobrol dengan kamu, Mr. Intellect. Suasana keceriaan kitapun semakin pecah setiap ada guyonan yang muncul entah dari aku ataupun kamu.

Teruntuk kamu, Mr. Intellect. Kamu dan kuda besi tuamu itu sama-sama menyenangkan. Sama-sama dapat menghiburku sehingga rasanya aku ingin menangis ketika tawaku semakin tak bisa di bendung lagi. Aku, penggemar setia kalian berdua.

- Maryam Qonita -
\o/

No comments:

Post a Comment