Wednesday, July 3, 2013

Hari untukmu

Beberapa minggu menjelang akhir bulan Juni, aku masih sibuk dengan misiku. Berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya. Menyelami dunia maya mencari informasi. Sampai akhirnya aku mendapatkannya.

Dari 22 tahun dia hidup di dunia, baru 2 bulan lebih aku mengenalnya lebih dekat. Sangat dekat, maybe. Entah kenapa aku begitu excited mempersiapkan ini semua.
Beberapa hari menjelang hari H misiku, perasaan gugup dan takut semakin tidak bisa dibendung lagi. Aku sangat sulit untuk mengontrol ini semua. It seems like I’m gonna die as soon as possible.

Hari H pun tiba. Dari pagi aku sudah uring-uringan. Puncak dari rasa gugup dan takut itu pun semakin menjadi-jadi. Ditambah salah satu teman yang terus menakut-nakuti. AAAAHHHH, YOU DIE NENG! But… wait. Satu dua langkah kakiku menginjak lantai rumahnya, hingga tiba di depan sesosok pria yang sedang asyik tiduran dengan memegang telepon genggamnya. Dia terkejut. Dan saya pun masih bersama perasaan gugup dan takut. Lalu dia tersenyum dan menghampiriku. Mencium keningku dengan lembut. Mengusapkan telapak tangannya ke rambutku. Aku hanya bisa tersenyum malu.

Ya, inilah misinya dari beberapa minggu lalu. 2 Juli 2013, it’s your day. Happy birthday, You! I wish you all all all the best. I hope you like my mission and enjoy your day today J









Salam hangat,
Penggemar setiamu, D.

Sepenggal Cerita Sahabat

Hai, Jarwo.

Sosok pria di balik perawakannya yang “sangar”, dia memiliki hati yang amat baik. Memiliki perhatian lebih kepada orang-orang di sekitarnya. Memiliki sense of humor yang amat baik. Memiliki daya tarik yang cukup kuat untuk memikat para wanita.

Jarwo, sosok pria yang sudah saya kenal sejak kita masih sama-sama duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Pada saat saya kelas 2 smp, saya berada dalam satu kelas dengannya. Selama satu tahun berada satu kelas dengannya, dia termasuk orang yang tegas, kuat, galak, namun tetap baik hati. Jarwo pintar beradaptasi di lingkungan sekitar, tidak heran bila dia memiliki teman di berbagai kalangan dengan daerah yang berbeda-beda. Dia tidak pernah memilih teman. Very welcome for the friendship. Setiap pulang sekolah, Jarwo sering nongkrong bersama teman-temannya di parkiran motor salah satu tempat les yang terletak sangat dekat dengan sekolah saya saat itu. Kita pun sering bersenda gurau bersama.
Tahun ajaran baru pun tiba. Ini sudah saatnya saya duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Tidak menyangka, saya berada dalam 1 sekolah lagi dengan Jarwo. Satu gedung, namun beda kelas. Satu tahun saja saya satu sekolah dengannya, ketika kenaikkan kelas tiba, dia pindah ke sekolah lain. Namun, pertemanan kita tidak berhenti disitu. Saya sering bermain bersamanya dan teman-teman yang lain di bilangan Bekasi Utara.

Beberapa tahun berlalu. Ini sudah 2013, saya sudah lupa kapan terakhir kali saya berjumpa dengan Jarwo. Sejak tahun 2012 saya sudah pergi merantau ke kota Solo untuk melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri disana. Lama tak bersua, kabar baru tentang Jarwo pun datang. Bukan, bukan kabar bahwa dia telah sukses menjadi pilot dan mengajak kita (teman-temannya) untuk naik pesawat bersamanya, melainkan kabar duka. Kabar yang sangat mengejutkan di pagi hari pada hari senin. Jarwo telah meninggalkan kita. Meninggalkan teman, sahabat, keluarga dan kekasihnya. Secepat ini kah? Saya masih merasa ini hanya mimpi. Jarwo yang saya kenal adalah Jarwo yang kuat. Tapi kehendak Allah memang tidak ada satupun yang tahu. Kita semua sedih, berpuluh-puluh kerabat dekatmu mengantarmu ke rumah Allah, Wo. Kamu bisa lihat kan? Kamu sangat disayangi oleh orang-orang terdekatmu.


Dear Jarwo,
Kurang lebih 6 tahun sudah kita menjalin hubungan pertemanan dengan baik. Kamu adalah sosok yang kuat, tegas namun tetap baik hati. Tidak ada yang pernah mengira kamu akan pergi secepat ini. Namun, bukankah manusia yang baik akan di panggil lebih dulu olehNya? Kamu orang baik, Wo. Kamu memiliki banyak memori manis di hidup kita. Di hidup keluarga, teman, sahabat dan kekasihmu. Terimakasih telah mengajarkan saya bagaimana menjalani hidup tanpa mengeluh. Menjalani hidup tanpa sibuk mengurusi kehidupan orang. Terimakasih telah menjadi teman sekaligus kakka laki-laki yang baik untuk saya. Selamat jalan, Wo. Bahagia di rumah barumu bersama Allah yang sayang sekali denganmu, ya. Saya ikhlas. Kita semua ikhlas. Sampai jumpa di kehidupan lainnya.






Salam manis dari Solo untuk Jarwo (Fadjar Fadli R),
-Maryam Nica Qonita (Madam)-